Selasa, 13 April 2021

Ini Dia Metode Bagi Hasil dalam Asuransi Syariah

Selama ini, sebagian besar orang memang banyak yang menggunakan asuransi konvensional dari pada produk asuransi syariah. Namun, seiring berjalannya waktu, keberadaan asuransi syariah ini semakin populer dan mulai menarik perhatian masyarakat. Apalagi, bagi Anda yang ingin menerapkan syariat Islam, maka bisa memulainya dengan menggunakan asuransi berbasis syariah.

 



Seputar Asuransi Syariah

 

Dalam prinsipnya, asuransi syariah ini merupakan usaha tolong menolong antara dua orang maupun lebih dengan cara mengumpulkan dana bersama. Kemudian pengelolaannya dilakukan oleh perusahaan asuransi melalui suatu kegiatan investasi yang sesuai dengan hukum syariah.

 

Dalam asuransi syariah ini tersedia Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang berfungsi untuk mengawasi pelaksanaan operasional perusahaan asuransi supaya bisa sesuai dengan prinsip Islam. Kemudian untuk pengelolaan dananya terdapat pemisahan dana antara pengelola dengan nasabah. Dengan begitu bisa dipastikan tidak ada dana yang hangus.

 

Selain itu, status kepemilikan dana adalah milik dari nasabah. Sedangkan, perusahaan asuransi syariah hanya berperan sebagai pemegang amanah yang bertugas untuk mengelola dana tersebut sebaik mungkin. Lalu sumber pembayaran klaim asuransi syariah berasal dari rekening Tabarru’. Yang mana dalam hal ini nasabah asuransi akan saling menanggungnya.

 

Dan inilah yang begitu jelas dari asuransi syariah tentang keuntungan yang didapatkan. Keuntungan asuransi ini bukanlah milik dari perusahaan asuransi, melainkan dilakukan secara bagi hasil dengan peserta asuransi.

 

Metode Bagi Hasil dalam Asuransi Syariah

 

Sebelum Anda membeli produk asuransi syariah, maka ada baiknya mengetahui bagaimana metode bagi hasil dalam asuransi ini dijalankan. 

 

1.       Surplus operasional diberikan pada pihak pemegang polis. Hal tersebut tanpa memedulikan pemegang polis tersebut sudah menerima atau belum klaim ganti rugi.

2.       Pemberian surplus operasional pada pihak pemegang polis yang belum pernah menerima klaim ganti rugi.

3.       Pembagian surplus operasional pada pihak pemegang polis perlu mempertimbangkan besarnya kontribusi premi yang sudah dibayarkan.

4.       Pembagian surplus operasional adalah antara peserta asuransi dengan perusahaan asuransi.

5.       Pembagian surplus operasional menggunakan metode yang disesuaikan dengan kesepakatan.

 

Dengan mengetahui secara jelas tentang apa itu asuransi syariah dan bagaimana metode bagi hasilnya, tentu Anda bisa mempertimbangkan untuk memilihnya sebagai bentuk proteksi Anda karena sesuai dengan syariat Islam.
Load disqus comments

0 komentar